22 November 2023 - 15:42
Persyaratan  Jihad Islam untuk Pembebasan Tahanan Zionis

Setelah tercapai kesepakatan gencatan senjata selama empat hari dan pertukaran tahanan antara gerakan Hamas dan rezim Zionis, gerakan Jihad Islam menetapkan syarat bagi pembebasan tahanan Zionis dalam perjanjian ini.

Menurut Kantor Berita Internasional ABNA, setelah mencapai kesepakatan untuk gencatan senjata selama empat hari dan pertukaran tahanan antara gerakan Hamas dan rezim Zionis, gerakan Jihad Islam menetapkan syarat untuk pembebasan tahanan Zionis dalam hal ini.

Gerakan Jihad Islam Palestina mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa sampai semua tahanan Palestina dibebaskan dari penjara rezim Zionis, para tahanan sipil rezim ini tidak akan dibebaskan. 

Menurut laporan jaringan Al Jazeera, Jihad Islam telah menyatakan dalam pernyataan ini: “Perjanjian gencatan senjata sementara antara Israel dan Hamas dicapai setelah upaya yang melelahkan dan negosiasi melalui mediator dan penundaan serta sikap keras kepala dari rezim pendudukan.”

Pernyataan ini dikeluarkan setelah Kementerian Luar Negeri Qatar pada Rabu (21/11) mengumumkan bahwa upaya mediasi antara Hamas dan rezim Zionis menghasilkan perjanjian gencatan senjata kemanusiaan, yang akan diumumkan dalam waktu 24 jam.

Kementerian Luar Negeri Qatar mengatakan: “Perjanjian ini mencakup pertukaran 50 perempuan dan anak-anak yang ditangkap di Gaza dengan imbalan pembebasan perempuan dan anak-anak Palestina oleh Israel.”

Dalam kaitan ini, gerakan Hamas juga menegaskan bahwa ketentuan perjanjian ini disesuaikan dengan perspektif perlawanan dan faktor-faktor penentunya serta menambahkan bahwa “tangannya akan tetap berada di pelatuk untuk membela rakyat dan mengalahkan para agresor”.